RUBIK INFO
Sep 24th, 2009 | Berita & Artikel Terkini | Category : Rubik Info
Kenali Stroke
Dr. Diah Herawati Jusmi , Sp.S, RSU Bunda MargondaStroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan adanya gangguan pada aliran darah. Kondisi ini menyebabkan kematian jaringan otak. Definisi dari WHO menyebutkan, stroke adalah gejala defisit fungsi susunan saraf pusat yang diakibatkan penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Stroke terbagi ke dalam dua jenis, yakni Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik. Pada Stroke Iskemik, aliran darah ke otak terganggu oleh aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah). Hal ini disebabkan tingginya kadar kolesterol darah. Pembuluh darah otak juga bisa tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain. Bekuan darah tersebut lepas, misalnya, adanya kelainan jantung, dan bekuan itu terbawa aliran darah sehingga menyumbat pembuluh darah otak yang sangat kecil. Stroke jenis ini disebut emboli serebral.
Pada Stroke Hemoragik, pembuluh darahnya pecah sehingga aliran darah otak terganggu. Darah yang keluar dari pembuluh yang pecah akan merembes ke jaringan otak dan merusaknya. Sekitar 70% kasus Stroke Hemoragik disebabkan hipertensi. a Bisa Terjadi Stroke?
Stroke merupakan angka kematian tertinggi ketiga di AS (sesudah jantung dan kanker). Data terbaru menyebutkan, di AS sebanyak 160.000 orang meninggal setiap tahunnya, dan sekitar 730.000 menderita stroke berulang, sehingga menjadikan problem karena biaya perawatan mencapai 27 billion dollar dan biaya lainnya mencapai 13 billion dollar.
Untuk itu kenalilah dan ketahuilah faktor risiko stroke. Apa yang dimaksud faktor risiko stroke? Faktor yang memperberat/ memperparah perjalanan penyakit.
Dalam hal ini, faktor risiko stroke terdiri :
- Faktor yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia lanjut, jenis kelamin, dan suku bangsa.
- Faktor yang dapat dikendalikan, seperti gangguan metabolik (misalnya, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas), konsumsi alkohol, obat-obatan, kurang olah raga, dan merokok.
Jika seseorang menderita penyakit gangguan metabolik, pastikan kita mengontrol penyakitnya. Minum obat pengontrol tekanan darah/ kolesterol/ gula darah jangan sampai lupa. Umumnya obat ini mahal harganya. Namun, saat ini tersedia obat dalam bentuk ‘branded generic’ yang harganya relatif murah.
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam hitungan menit. Stroke dapat bertambah buruk dan menyebabkan kerusakan otak permanen dalam hitungan jam hingga satu – dua hari.–
Salah satu tanda-tanda adanya serangan stroke dapat dikenali dari gejala yang muncul. Misalnya :
- Kelemahan/ kelumpuhan salah satu sisi tubuh.
- Kehilangan sebagian penglihatan/pendengaran.
- Bicara cadel atau tidak bisa bicara.
- Pusing
- Hilangnya keseimbangan dan jatuh.
- Pingsan
- Sulit memikirkan kata-kata yang tepat.
- Tidak mampu mengenali anggota tubuh.
- Penglihatan ganda
- Terganggunya kendali terhadap kandung kemih.
Hal terpenting adalah kenali tanda–tanda stroke dan segera bawa ke rumah-sakit dalam waktu kurang dari enam jam. Hal ini bertujuan menghindari kerusakan otak yang lebih luas dan permanen.
Sayangnya sebagian besar penderita stroke, baru datang ke rumah-sakit setelah 48 – 72 jam. Penatalaksanaan stroke dilakukan dokter dengan terlebih dahulu mengenali jenis stroke. Pemberian oksigen dan memasang infuse mutlak dilakukan. Pada beberapa penderita mungkin terjadi gangguan pernafasan, sehingga perlu dipasang alat bantu pernapasan (respirator). Tindakan pemulihan diperlukan pada penderita stroke untuk mengurangi komplikasi fisik penderita stroke.
Gangguan kejiwaan dapat terjadi pada penderita stroke akibat adanya kelainan neurologi (persarafan). Contoh gangguan kejiwaan adalah ketidakseimbangan pengendalian emosi dan penderita yang mengalami depresi setelah serangan stroke. Diagnosa stroke dapat diketahui dari pemeriksaan fisik dokter. Diagnosa pasti didapat melalui pemeriksaan Computed Tomography (CT) Scan otak atau Magnetic Resonance Impedance (MRI) otak. Pelayanan ini ada di rumah-sakit dan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mendeteksi jenis stroke maupun lokasi di otak yang terserang stroke.
Bagaimana antisipasi Serangan Stroke?
Hal yang pertama dilakukan adalah dengan menjalani gaya hidup sehat. Generasi saat ini cenderung menerapkan pola makan kurang seimbang (konsumsi makanan siap saji dengan kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi tetapi kurang serat). Gaya hidup kurang baik (kurang olahraga, merokok, mengkonsumsi alkohol/ narkoba).
Bagaimanapun juga, ‘mencegah lebih baik daripada mengobati bukan’. Betapa pentingnya menjalankan gaya hidup sehat, rutin melakukan Medical Check Up di rumah-sakit.



