demo

Article

blog article

Gejala Bayi Bingung Puting dan Cara Mengatasinya

Seperti kita ketahui, ASI adalah nutrisi yang terbaik yang bisa diberikan seorang ibu untuk buah hatinya yang tidak bisa tergantikan oleh apapun. Idealnya, seorang ibu harus bisa memberikan asinya tanpa gangguan apapun supaya proses menyusui berjalan lancar.

Tetapi pada kenyataannya, banyak kendala yang harus dihadapi pada saat proses menyusui, diantaranya adalah bingung puting.

Banyak ibu yang terpaksa harus berhenti menyusui bayinya karena bayinya bingung puting. Apa itu bingung puting? Bingung puting adalah suatu kondisi dimana bayi tidak mau atau menolak menyusu langsung dari payudara ibu. Perlu ditekankan disini, bayi tidak mau dan bukan tidak bisa menyusu.

 Tidak mau artinya bayi menolak menyusu karena biasanya dia tidak nyaman dengan payudara ibunya, penyebabnya bisa karena bayi sudah mengenal dot dan malas untuk menghisap. Berbeda dengan tidak bisa, tidak bisa menyusu artinya bayi betul-betul tidak bisa menyusu karena sesuatu hal, misalnya karena tongue-tie.

Penyebab bingung puting biasanya adalah karena penggunaan dot baik itu untuk memberikan asi perah maupun susu formula, penggunaan  kempeng, atau bisa juga karena bayi lama tidak menyusu langsung dari payudara ibunya. Intinya penggunaan dot/kempeng tanpa dibarengi dengan menyusu langsung dari payudara.

Lalu seperti apa gejala atau tanda yang ditunjukkan oleh bayi yang bingung puting?

  • Ketika menyusu, untuk melekat dengan benar di payudara, bayi membuka mulut tapi tidak cukup lebar
  • ketika hendak disusui, bayi menggoyangkan kepala, mencari-cari puting dan kelihatan bingung
  • Bayi menjerit dan/melengkungkan punggungnya saat akan disusui
  • Lidah bayi tidak menjulur ke garis gusi bawah tapi justru terangkat

Apabila bayi sudah menunjukan satu atau gejala diatas, maka kemungkinan besar bayi mengalami bingung puting.

Lalu apa yang harus ibu lakukan apabila bayi ibu mengalami bingung puting?

Pertama, jangan panik dan stress. Ingat, stress bisa mengakibatkan tidak lancarnya ASI dan berhentinya produksi ASI. Tetap tenang dan berpikir positif, kemudian langkah yang harus diambil adalah dengan menghentikan penggunaan dot/kempeng dan ganti dengan penggunaan cup feeder, sendok atau pipet.

Perbanyaklah kontak kulit dan interaksi dengan bayi ibu, sering-seringlah letakkan bayi di dada ibu untuk explore payudara ketika bayi dalam kondisi tenang dan nyaman. Dan apabila diperlukan,  mintalah bantuan kepada konselor laktasi.

dr. Lili Marliani - RSIA Citra Ananda


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

#savingliveswithbunda #rsiacitraananda #rsbundagrup #bmhs1973

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.