demo

Article

blog article

Bahaya Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit berkaitan dengan metabolisme tubuh akibat pankreas tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif, sehingga memunculkan kondisi hiperglikemia. Insulin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah  Hiperglikemia sendiri dapat diartikan sebagai suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar gula dalam darah melebihi batas normal.

Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang DM. Kecurigaan penyakit DM  perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan seperti:

• Keluhan klasik DM:

Sering kencing  terutama di malam hari,  sering merasa haus, dan sering merasa lapar. Meskipun terjadi peningkatan keinginan makan pada penderita DM, seringkali juga diikuti penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

• Keluhan lain

badan lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, dan gangguan ereksi pada pria, serta muncul gatal di daerah kemaluan pada wanita.

Penyakit DM dapat menimbulkan banyak bahaya berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah, baik pembuluh darah besar maupun pembuluh darah kecil. Pada gangguan pembuluh darah besar, contohnya pembuluh darah pada otak, dapat mengakibatkan stroke, baik stroke karena sumbatan maupun karena pendarahan.

Jika berhubungan dengan pembuluh darah kecil, penyakit DM dapat berkaitan dengan kelainan di mata (retinopati diabetik), kelainan di ginjal (nefropati diabetik) atau kelainan  pembuluh darah di tungkai (neuropati diabetik). Pada retinopati diabetik dapat memunculkan keluhan mata kabur hingga kebutaan. Kondisi nefropati diabetik dapat menjadi langkah awal penderita jatuh pada kondisi gagal ginjal. Sedangkan penderita yang mengalami neuropati diabetik seringkali mengeluhkan sensasi berupa kaki terasa terbakar dan bergetar sendiri, dan terasa lebih sakit di malam hari, yang pada keadaan lanjut dapat memunculkan risiko infeksi dan mengalami amputasi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Tujuan penanganan kondisi DM pada penderitanya secara umum adalah menghilangkan keluhan DM, memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi risiko komplikasi jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang diharapkan dapat mencegah dan menghambat kelanjutan keparahan penyakit yang berdampak terhadap organ penting tubuh seperti ginjal, jantung, otak , dan mata.

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian gula darah dengan mengkonsumsi obat DM sesuai petunjuk dokter, pengendalian tekanan darah, berat badan, serta kadar lemak dalam darah.

Prinsip pengaturan makan pada penyandang DM hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Penyandang DM perlu memperhatikan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah kandungan kalori yang dikonsumsi.

Karbohidrat

- Karbohidrat yang dianjurkan terutama karbohidrat yang berserat tinggi, seperti beras merah, kentang, singkong, roti gandum, oatmeal.

- Pemanis alternatif dapat digunakan sebagai pengganti gula, asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted Daily Intake/ADI)

- Dianjurkan makan tiga kali sehari dan bila perlu dapat diberikan makanan selingan seperti buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari.

Lemak

- Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain: daging berlemak dan susu fullcream

Protein

- Sumber protein yang baik adalah ikan, udang, cumi, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu dan tempe.

Serat

- Penyandang    DM dianjurkan mengonsumsi serat dari kacang- kacangan, buah dan sayuran serta sumber karbohidrat yang tinggi serat.

Pencegahan DM pada orang-orang yang berisiko pada prinsipnya adalah dengan mengubah gaya hidup yang meliputi olah raga, penurunan berat badan, dan pengaturan pola makan. Berdasarkan analisis terhadap sekelompok orang dengan perubahan gaya hidup intensif, pencegahan diabetes paling berhubungan dengan penurunan berat badan. Menurut penelitian, penurunan berat badan 5-10% dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe 2. Dianjurkan pula melakukan pola makan yang sehat, yakni terdiri dari karbohidrat kompleks, mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.

Akitivitas fisik harus ditingkatkan dengan berolahraga rutin, minimal 150 menit perminggu, dibagi 3-4 kali dalam seminggu. Olahraga dapat memperbaiki efektifitas tubuh berespon terhadap hormon insulin , meningkatkan kadar HDL (kadar lemak baik), dan membantu mencapai berat badan ideal. Selain olah raga, dianjurkan juga lebih aktif saat beraktivitas sehari-hari, misalnya dengan memilih menggunakan tangga dari pada elevator, berjalan kaki daripada menggunakan mobil, dan lain-lain.

(berbagai sumber, editing : dr. Fristia Rahmadyah - RSU Bunda Jakarta)


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

#savingliveswithbunda #rsubundajakarta #rsbundagrup #bmhs1973

Call Centre : 1-500-799



Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.