News

Saat Sang Janin Jadi Teman Ngobrol

blog article

Ibu hamil (bumil) perlu meluangkan waktu setiap hari untuk memantau pergerakan dan berkomunikasi dengan calon bayinya. Lalu apa manfaat dan bagaimana caranya? 

Bumil perlu menyisihkan waktunya untuk merasakan tendangan, geliat, dan berkomunikasi dengan  janinnya. Hal ini sama pentingnya dengan ibu mengonsumsi vitamin prenatal dan menjaga kesehatan dirinya maupun janin yang sedang dikandungnya.

Janin dalam kandungan ternyata sudah mampu mendengar. Janin mendengarkan berbagai suara. Mungkin rahim bisa dikatakan sebagai tempat tinggal yang cukup bising. Betapa tidak, janin mendengar suara cairan tubuh yang terus bersirkulasi. Tak hanya itu, janin pun mendengar ritme detak jantung ibu tanpa henti; gerakan diafragma ibu saat dia berbicara; bahkan janin mendengar suara langkah kaki ibunya.

Setiap suara yang didengar dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya. Bumil dianjurkan rutin berkomunikasi dengan janin sedini mungkin. Janin dalam kandungan mulai bisa mendengar suara ibu dan ayahnya setelah berusia 16 minggu.

Saat memasuki usia 23 minggu, janin sudah bisa menanggapi setiap suara yang didengarnya dengan bergerak lebih aktif di dalam rahim, seperti menendang dan membuka mulutnya.

MANFAAT

Ayah dan ibu memiliki peran besar dalam mengajak bicara buah hati selama di kandungan.

Rutin berbicara dengan bayi saat ia masih berada di dalam kandungan dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu:

  1. Merangsang pendengaran bayi. Proses perkembangan indra pendengaran bayi terjadi di dalam kandungan. Karenanya bumil rutin memberikan rangsangan berupa suara. Misalnya sering berbicara, menyanyikan lagu atau memutar musik yang pelan untuknya. Suara-suara yang didengar Si Kecil dapat merangsang sistem saraf dan otaknya.
  2. Memperkenalkan bahasa yang digunakan. Janin akan mengingat bahasa yang didengar selama dalam kandungan. Ingatan tersebut akan membantu Si Kecil lebih mudah mengucapkan kata-kata saat belajar berbicara dan berkomunikasi kelak setelah ia lahir.
  3. Membuat bayi merasa lebih nyaman. Buah hati akan merasa tenang saat mendengar saura ibunya. Pada saat tertentu buah hati akan aktif saat bumil mengajak berbicara.
  4. Membangun kedekatan emosional. Rutin mengajak bayi berbicara membangun sebuah ikatan emosional antara ibu dan janin. Setelah lahir nanti, bayi yang sudah terbiasa mendengar suara ibunya akan merasa lebih tenang dan tidak mudah rewel setiap kali ibu mengajaknya berbicara.
  5. Memupuk kecerdasan bayi. Stimulus Bunda mendengarkan musik, berbicara dengannya, atau membacakan buku cerita dapat merangsang kecerdasan Si Kecil.
  6. Menurunkan tingkat stress ibu selama kehamilan. Mengajak janin berbicara bukan hanya bermanfaat utk janin saja, tapi juga bermanfaat untuk ibunya. Perasaan rileks, dan curahan kasih sayang ketika ibu mengajak ngobrol janinnya bisa ibu dalam menjalani masa kehamilan yang penuh tantangan baik fisik ataupun mental. Rasa sayang dan kebahagiaan yang muncul akaan merangsang pelepasan hormon endorfin dalam tubuh.

Jika Anda pernah merasakan dorongan untuk berkomunikasi dengan bayi yang belum lahir, Berikut adalah beberapa ide menarik tentang bagaimana Anda dapat membantu mencapainya. seperti  mengajak bicara; mendengarkan lagu bersama; membacakan buku cerita; mengajak membaca doa; menuliskan surat si kecil, Menceritakan kegiatan sedang Mama lakukan dan lain-lain.

Sementara terdapat ada lima cara untuk menstimulasi gerak janin, diantaranya  membelai, mengusap, menepuk.  

Artikel disunting : dr. Hasni Kemala Sari, SpOG - RSIA Citra Ananda


(KONSULTASIKAN DIRI ANDA SEGERA !)

RUMAH SAKIT BUNDA GRUP

Call Centre : 1-500-799


Copyright © RS Bunda Group. All Rights Reserved.